May 18, 2010

Benarkah REDD Menguntungkan Masyarakat Adat













Benarkah penerapan REDD kelak bakal menguntungkan masyarakat adat. Soalnya, kita mafhum, sebagian besar hutan yang masih benar-benar terjaga dan alami karena ada masyarakat adat yang turut menjaganya. Bukan tangan pemerintah dengan dinas-dinasnya yang bejibun itu yang menyebabkan hutan terjaga.

Tentusaja jika ditanya sebuah kemungkinan semacam itu di kemudian hari, jawabannya hanya ada dua.Ya dan Tidak. Itu saja. Sebab, sampai sekarang REDD yang menjadi dasar perdagangan karbon itu baru wacana yang belum diimplementasikan. Memang kabarnya sudah ada beberapa tahapan ujicoba pelaksanaan REDD di beberapa tempat di Indonesia. Tapi, belum ada kabar kalau hal tersebut telah menguntungkan Masyarakat Adat.

Saya berpendapat belitan masalah masih pada siapa yang diakui oleh pemerintah sebagai "pemegang hak" hutan tersebut. Belum ada masyarakat adat berikut lokasi hidupnya diakui secara jelas oleh pemerintah. Sehingga kelak,  mereka dapat memperoleh manfaat langsung dari perdagangan karbon tersebut.

Jika dibuka peluang masyarakat adat memperoleh penguatan hak-hak kelola mereka atas hutan dan areal turun temurun mereka sebagai bagian dari identitas kultur, biasanya juka secara bersamaan dibuka kesempatan yang sama bagi pemilik modal berbuat serupa. Kontestasi secara bersamaan di tengah birokrasi yang memperjual belikan izin telah membuat hak masyarakat adat bukannya menguat justru dikalahkan oleh kepentingan legal dan modal.

Saya kira terlalu terburu-buru jika dikatakan Masyarakat Adat akan mendapatkan keuntungan dari REDD

Wasalam

1 comment:

Anonymous said...

TIPUAN BARU